• Menjadi Pemimpin Yang baik

    Menjadi Pemimpin Yang baik

    Menjadi Pemimpin Yang baik

    Menjadi pemimpin yang baik tidak mudah.  Kepemimpinan alias Leadership berkembang dari jaman ke jaman. Gaya kepemimpinan berubah sangat fleksibel untuk setiap generasi. Lalu bagaimana seorang pemimpin yang baik menyikapinya

    Berikut cara menjadi pemimpin yang baik yang dilansir dari darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id

     

    Beberapa  dekade  yang  lalu  kekuasaan  dan  posisi  sangat  berpengaruh terhadap seorang pemimpin. Namun, dewasa ini seorang pemimpin tidak dapat  menuntut  bawahan  untuk  menghormati  dan  menghargai  mereka. Penghormatan dan penghargaan tersebut harus diperoleh.

    A-good-leaderKepemimpinan saat ini, lebih dari kapan pun, merupakan proses dua arah antara  pemimpin dan yang dipimpin. Pada akhirnya, tanpa bawahan yang mempunyai kemauan, pemimpin tidak dapat memimpin.

    10_worst_leadersKepemimpinan sangat mempengaruhi produktivitas sebuah organisasi. Kepemimpinan yang buruk akan mengakibatkan:

    1. Kelompok tidak mengerti apa yang harus dikerjakan. Waktu dan sumber daya  dapat terbuang  percuma, dan  pekerjaan  pun  tidak dilaksanakan dengan sempurna.
    2. Kelompok tidak termotivasi. Memerlukan waktu yang lebih  lama untuk menyelesaikan suatu tugas, atau bahkan tidak dapat menyelesaikannya sama sekali.
    3. Individu tidak bekerja sebagai tim dan tidak tidak berinteraksi sebagai suatu kelompok.
    4. Kemungkinan  kelompok  akan  berusaha  minimal  untuk  menyelesaikan suatu tugas, dan tidak dapat bertahan jika bekerja dalam tekanan.
    5. Turn over anggota kelompok akan lebih sering karena mereka tidak mau bertahan dalam lingkungan tersebut.
    6. Individu  tidak  akan  mengembangkan  keahlian  yang  diperlukan. Oleh karena itu, kelompok ini tidak akan dapat menghadapi situasi baru.
    7. Individu maupun kelompok memiliki kecenderungan menutupi kesalahan yang terjadi, sehingga sumber/penyebab masalah tidak akan pernah terungkap dan alternatif jalan keluar dengan sendirinya tidak akan pernah ada, sehingga dari waktu ke waktu masalah yg sama akan terulang kembali.
    8. Setiap individu akan berusaha berjalan dalam koridor tertentu dan tidak akan pernah ada kata Inovatif serta kreatif.
    9. Kepedulian terhadap organisasi tidak akan pernah ada, sehingga tidak ada “sense of belonging“.

    Sebaliknya, kegood-leaders loyalpemimpinan yang baik akan dapat mengakibatkan:

    1. Kelompok bekerja sebagai tim, tidak sebagai individu di dalam kelompok. Mereka bekerja untuk tujuan kelompok.
    2. Tim dapat  memahami tujuan-tujuan kelompok dan  bagaimana mereka dapat   menyesuaikan  tujuan  kelompok  tersebut  dengan  tujuan-tujuan organisasi.
    3. Anggota tim saling mendukung satu sama lain
    4. Tim bersedia memberikan usaha lebih saat dibutuhkan.
    5. Tim      menetapkan     target   pekerjaan   yang          sempurna,        tidak    hanya ‘melakukan pekerjaan’
    6. Setiap  individu  tahu  apa  yang harus  dikerjakan  oleh  tim,  dan peran masing-masing individu dalam melakukan pekerjaan tersebut.
    7. Anggota tim bermotivasi untuk melakukan tugas seefektif mungkin.
    8. Tugas  spesifik  di  dalam  pekerjaan  keseluruhan  ditugaskan  kepada anggota tim yang paling berkemampuan.

    duckleader

    Manajer  menjadi  pemimpin yang baik saat kepribadian dan karakter, pengetahuan dan fungsi keahlian untuk pemimpin diakui dan diterima oleh individu-individu yang berhubungan.

    Kepemimpinan dapat diperoleh dari sebuah situasi spesifik dan otoritasnya dapat   diperoleh   dari  posisi  (jabatan),   kepribadian   (kualitas  dasar  dan pengaruh), serta pengetahuan (keahlian teknis).

    great-leader

    Agar dapat menjadi pemimpin yang baik, terdapat beberapa kualitas yang harus dimiliki, yaitu:

    1. Enthusiasm
    2. Integrity,  baik  pribadi  keseluruhan  dan konsisten  pada  nilai  diluar  diri sendiri, terutama kebaikan & kejujuran.   Kualitas    ini        menimbulkan kepercayaan kepada pemimpin.
    3. Toughness,  Demanding,  with  high  standards,  resilient,  tenacious  and with the aim of being respected ( not necessarily popular )
    4. Fairness, memberi reward dan penalty terhadap performa kerja tanpa ada ‘favorite’, memperlakukan individu berbeda tapi seimbang.
    5. Warmth, hati dan pikiran terikat, menyayangi orang lain, serta kepedulian terhadap orang lain.
    6. Humility, kebalikan dari angkuh, menjadi pendengar yang baik dan tanpa ego yang berlebihan.
    7. Confidence, tidak percaya diri berlebihan (yang biasanya dapat menuju pada arogansi), tapi tetap memiliki kepercayaan diri.

    Demikian menjadi pemimpin yang baik yang diambil dari  darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id

     

    Mau meningkatkan kualitas kepemimpinan Anda atau staff Anda ?

     

     

    Menjadi Pemimpin yang baik,Transwish Leadership Training Program

    Transwish Leadership Training Program

     

     

     

    Article source